Eco-Social Pedagogy dalam Pendidikan IPAS Berbasis Budaya Kalwedo: Perspektif Pembelajaran Kontekstual di Wilayah Kepulauan
Penulis:
Lestari
Jekriel Septory
Fransheine Rumtutuly
Belum Tersedia
Rp101.000
Eco-social pedagogy menempatkan pembelajaran IPAS sebagai ruang untuk memahami keterhubungan manusia, lingkungan, budaya, dan kehidupan sosial secara utuh. Budaya Kalwedo, dengan nilai persaudaraan, kebersamaan, gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab, menjadi pijakan untuk menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan realitas masyarakat kepulauan. Laut, pesisir, tradisi, aktivitas ekonomi, perubahan lingkungan, serta persoalan sosial tidak hanya menjadi contoh, tetapi menjadi sumber belajar autentik untuk mengamati, mempertanyakan, dan memaknai kehidupan. Pendekatan ini mempertemukan pengetahuan ilmiah dengan kearifan lokal secara kritis sehingga pendidikan tidak sekadar menghasilkan peserta didik yang memahami konsep IPAS, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis, kepekaan sosial, dan kemampuan menjaga identitas budaya. Sebab pendidikan yang relevan bukan yang menjauhkan peserta didik dari akar kehidupannya, melainkan yang membuat akar lokal menjadi pijakan untuk memahami perubahan dan menghadapi dunia yang lebih luas.